Senin, 08 Oktober 2012

Tugas analisis proses bisnis

BACAAN ARTIKEL UNTUK MATA KULIAH ANALISIS PROSES BISNIS

      

             Ida Widyastuti tidak pernah menyangka jika usaha yang didirikannya, Roemah Snack Mekarsari, Sidoarjo, bisa eksis dan terkenal hingga sekarang. Padahal, dahulu, saat memulai bisnisnya pada 2002, dimulai dengan cara sangat tradisional dan sederhana. "Dulu saya beli pisang sendiri, memotongnya, dan menjemurnya sendiri. Bahkan, harus bolak-balik pasar tradisional yang becek,
" ujar Ida kepada VIVAnews".


            Wanita kelahiran 30 Oktober 1974 ini mengaku tidak malu walau modalnya untuk memulai usaha sangatlah kecil dan setiap hari harus menggunakan becak ke pasar tradisional di daerahnya untuk menjajakan hasil produksinya. Waktu itu, Ida masih sangat mengandalkan pasar tradisional sebagai pasar utama produknya. 

             Untuk itu, hingga tiga tahun usahanya berdiri, ia memfokuskan diri untuk menguasai pasar Jawa Timur lewat pasar tradisional. Usahanya membuahkan hasil. Produk keripik pisangnya mulai diterima oleh masyarakat dan semakin banyak permintaan. Saat itulah, Ida memfokuskan untuk membuat usahanya lebih besar lagi. Akhirnya, dia menggandeng para usaha kecil dan menengah (UKM) lain untuk memperkaya produknya. "Sampai saat ini, ada 50 UKM yang berada di bawah Roemah Snack Mekarsari,” ujarnya. Selain ikut membantu para UKM di sekitar tempatnya tinggal, Ida juga membantu para petani pisang yang menjadi pemasok utama bahan camilannya. Terhitung, saat ini sudah ada 200 lebih petani pisang yang berada di bawah bimbingannya.

             Demi mendapatkan kualitas pisang yang baik, ia pun membantu para petani tersebut dengan memberikan bantuan, baik itu berupa pupuk ataupun bibit pisang. Atas usahanya memberdayakan petani pisang, Ida mendapatkan penghargaan Green Enterpreneur dari wirausaha Mandiri. Suami Berhenti Kerja Sebetulnya, kehidupan Ida tidaklah sulit, karena karier suaminya waktu itu juga sangat baik. Sewaktu ia memulai usaha, suaminya telah menjabat sebagai manajer suku cadang di salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia. Namun, karena kewajiban pekerjaan dan suaminya yang sering berpindah-pindah rumah mengikuti lokasi penugasan, membuatnya bosan dan ingin berusaha sendiri. Akhirnya, pada 2005, saat usaha Ida mengalami kemajuan pesat dan ia pun berkeinginan untuk semakin memajukan usahanya tersebut. Meski suaminya ditugaskan untuk bekerja di Jakarta, ia kukuh untuk tidak pindah ke Jakarta dan menetap di tempatnya saat ini di Sidoarjo. Walau kukuh, Ida juga tidak ingin memaksa suaminya untuk meninggalkan pekerjaannya, karena memang posisi suaminya sudah baik. 

             Saat itu, sangat nyata di ingatannya, kalau ia memberikan pilihan kepada suaminya. "Papa tidak apa-apa kerja di Jakarta dengan konsekuensi seminggu atau dua minggu sekali pulang ke Sidoarjo atau papa memilih mengembangkan usaha di sini," kata Ida menirukan ucapannya kepada suaminya kala itu. Ida mengungkapkan, karena pekerjaan, suaminya saat itu kerap berangkat pagi dan pulang hingga larut. Belum lagi, jika akhir bulan, kadang sang suami tidak pulang ke rumah, karena harus mengerjakan laporan yang menumpuk. Melihat kondisi itu, dia pun mengingatkan suaminya, jika energinya digunakan untuk memajukan usaha mereka agar perusahaan yang dirintisnya berkembang dengan pesat. Saat itulah, akhirnya sang suami resmi mengundurkan diri dari pekerjaannya dan hingga sekarang bersama-sama dengan Ida membangun usahanya.

 dikutip dari VIVAnews –TUGAS aNALISIS proses BISNIS

Minggu, 07 Oktober 2012

Daftar Dosen (Pengajar) Universitas Dehasen Bengkulu

Daftar Dosen (Pengajar) Universitas Dehasen Bengkulu No Nama Pendidikan Terakhir Website 1 Bambang Purnomo, ST S.1 Link 2 Dr. Soeshaktihadi Magetsari, Ph.D S.3 Link 3 Irawansyah, ST S.1 Link 4 Mardiansyah, MT S.2 Link 5 Hesti Nur’aini, MP S.2 Link 6 Tuti Tutuarima, M.Si S.2 Link 7 Andwini Prasetyo, S.TP S.1 Link 8 Eva Ramalia Sari, S.TP S.1 Link 9 Heriadi, S.TP S.1 Link 10 Epa Susanti, S.Pd S.1 Link 11 Ir. Herlina S.1 Link 12 Dilisti, SP S.1 Link 13 Herri Fariadi, SP S.1 Link 14 Yossie Yumiati, SP S.1 Link 15 Elni Mutmainnah, MP S.2 Link 16 Afrita Dewi, M.Si S.2 Link 17 Rika Dwi Yulihartika, M.Sc S.2 Link 18 Yupianti, S.Kom S.1 Link 19 Mukhlisiddin, S.Ag S.1 Link 20 Yeki Sontomi, S.Kom S.1 Link 21 Herlina Latipa Sari, S.Kom., M.Kom S.2 Link 22 Aidil Adha, S.Kom S.1 Link 23 Mohammad Yusuf, S.T S.1 Link 24 Sunandar, S.Kom S.1 Link 25 Melka Haryanti, S.Kom S.1 Link 26 Indra Kanedi, S.Kom., M.Kom S.2 Link 27 Ir. Jusuf Wahyudi, M.Kom S.2 Link 28 Dede Sulaeman, S.Kom S.1 Link 29 Novriadi, S.Kom S.1 Link 30 Mesterjon, S.Kom., M.Kom S.2 Link 31 Dimas Aulia Trianggana, S.Kom S.1 Link 32 Suwarni, S.Kom S.1 Link 33 Eko Prasetyo Rohmawan, S.Kom S.1 Link 34 Andayani, S.Kom S.1 Link 35 Sapri, S.Kom., M.Kom S.2 Link 36 Raden Fenni Milati, S.Kom S.1 Link 37 Siswanto, M.Kom S.2 Link 38 Andang Sunarto, S.Si., M.Kom S.2 Link 39 Leni Natalia Zalita, S.Kom S.1 Link 40 Dra. Asnawati, M.Kom S.2 Link 41 Toibah Umi Kalsum, M.Kom S.2 Link 42 Dra. Maryaningsih, M.Kom S.2 Link 43 Lina Sembiring, S.Pd S.1 Link 44 Vethy Octaviani S.1 Link 45 Liza Yulianti, M.Kom S.2 Link 46 Prof. Ir. Sigit Nugroho, M.Sc., Ph.D S.3 Link 47 Dini Selviani, S.Kom S.1 Link 48 Khairil, M.Kom S.2 Link 49 Drs. Indra Sakti Lubis, M.Pd S.2 Link 50 Agus Diyantoro, S.Kom S.2 Link 51 Arma Zurni, SE S.1 Link 52 Yuliza Apriani, S.Pd S.1 Link 53 Modesta Endah T, SE S.1 Link 54 Ganda Prawira, SE S.1 Link 55 Tuti Handayani, S.ST D.4 Link 56 Janadi, SE S.1 Link 57 Hengki Pebri Juando, SE S.1 Link 58 Yulyana Purwaningsih, M.Si S.2 Link 59 Dewi Laili Hupni, SE S.1 Link 60 Teti Afrianti, SE S.1 Link 61 Septodi Ekwan, SE S.1 Link 62 Kaulan, SE S.1 Link 63 Lapran P, SE S.1 Link 64 Kimas Kurniawan, SE S.1 Link 65 Lia Kian, MM S.2 Link 66 Erwin Sudarta S.1 Link 67 Wiriadi Sutrisno S.2 Link 68 Ruslan, M.AP S.2 Link 69 Merri Anitasari, SE., MA S.2 Link 70 Bahman Efendi, SE S.1 Link 71 Abdul Rahman, SE., MM S.2 Link 72 Ida Anggraini, SE., SH., MM S.2 Link 73 Sulisti Afriani, SE S.1 Link 74 Rudi Hartono, SE S.1 Link 75 Novman Ahmad, SE S.1 Link 76 Eka Puspa, SE S.1 Link 77 Heffi Susanti, SE S.1 Link 78 Kwatrin Kesuma, SE S.1 Link 79 Erna Malinda, S.Sos S.1 Link 80 Afri Candriani, SE S.1 Link 81 Feri Susanto, SE S.1 Link 82 Herni Yanita, S.Pd S.1 Link 83 Ramadan Subhi, SE S.1 Link 84 Surya Darma, M.Si S.2 Link 85 Neri Susanti, SE S.1 Link 86 D. Tirta Jaya, SE S.1 Link 87 Rosihan Rakim, M.Si S.2 Link 88 Sahjahan, MM S.2 Link 89 Nenden Restu Hidayah, SE S.1 Link 90 Anis Endang Sri Murwani, S.Sos S.1 Link 91 Indria, S.Sos S.1 Link 92 Fardiana, S.Sos S.1 Link 93 Azwar, M.Si S.2 Link 94 Junita Erlisna Putri, SS S.1 Link 95 Ahmad Syakirman, S.Pd S.1 Link 96 Eli Diana, S.Pd S.1 Link 97 Henny Merizawati, SS S.1 Link 98 Nopriansyah, S.Pd S.1 Link 99 Habibi, S.ST S.1 Link 100 Resie Janika, S.TP S.1 Link 101 Siska Apriyani, S.TP S.1 Link 102 Susi Efrianti, S.TP S.1 Link 103 Lina Widawati, S.TP S.1 Lin

++ALINEA DAN PARAGRAF++


Darwin Purba
++ALINEA DAN PARAGRAF++ - indonesia
Alinea atau paragraf: penuangan ide atau gagasan penulis melalui kalimat atau kumpulan kalimat yang satu dengan yang lain berkaitan dan hanya memiliki satu topik atau tema.
SYARAT PARAGRAF:
1. KESATUAN = Setiap paragraf sebaiknya mengandung satu gagasan pokok
2. KOHERENSI = Setiap paragraf harus merupakan suatu kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau terlepas satu dengan yang lainnya
3. KELENGKAPAN = Berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik.
UNSUR-UNSUR PARAGRAF:
1. Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran
2. Kalimat utama
3. Kalimat penjelas
4. Judul (kepala karangan).
Syarat suatu judul:
a. Provokatif (menarik)
b. Berbentuk frase
c. Relevan (sesuai dengan isi)
d. Logis
e. Spesifik
Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok, alinea terbagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
1. Deduktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea
2. Induktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea
3. Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea
4. Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea.
¤JENIS-JENIS KARANGAN:
1. Eksposisi: berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
Contoh: Membaca intensif merupakan kegiatan membaca secara teliti atau membaca secara seksama, bacaan berupa teks. Tujuan membaca dengan cara ini untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci. Misalnya untuk mengetahui hal-hal yang diperlukan.
2. Argumentasi: bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
Contoh: Air yang tergenang seperti di kaleng-kaleng dan selokan harus dibersihkan. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di genangan air tersebut.
3. Deskripsi: berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
Contoh: Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit berkerlap-kerlip memancarkan cahaya. Udara dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik mengusik sepinya malam.
4. Persuasi: karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
Contoh: Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras, sehingga perlu pengolahan dan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.
5. Narasi: karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.
Contoh: Andi terkejut melihat neneknya tiba-tiba datang. Ia langsung saja menjerit sekencangnya. Tak disangka neneknya marah dan memukul kepalanya dengan tongkat kecil yang selalu dibawanya.

Jumat, 05 Oktober 2012

Makalah Tentang Alinea


TUGAS MAKALAH BAHASA INDONESIA

 
 








OLEH :

JUDUL : ALINEA

DISUSUN OLEH :
SUSI HERIYANI , 10110008
DARWIN PURBA, 11110014
ROSTINA PRAWITA SARI, 11110015
TRI PUTRI WULANDARI, 11110039







PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DEHASEN

 DAFTAR ISI 
     BAB I      PENDAHULUAN
                         A.    Latar Belakang Masalah
B.     Tujuan 

BAB II         
ISI
  Paragraf (alinea)
 1. Pengertian paragraf /alinea
 2.syarat-syarat paragraf(alinea)
   A.Kesatuan
   B.Koherensi
   C.Perkembangan Paragraf
   
 3.Unsur unsur Paragraf (Alinea)
1.      Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran
2.      Kalimat utama atau pikiran utama
3.      Kalimat penjelas gagasan
4.      Judul (kepala karangan).
4.Pengembangan  Paragraf (Alinea)
A.Klimatks dan Anti-Klimaks
B.   Sudut Pandang
C. Perbandingan dan Pertentangan
D.    Analogi
E.  Proses
F.Sebab-akibat
G. Umum – Khusus
H. Klasifikasi
I. Definisi
5.macam-macam paragraF(alinea)
a. Berdasarkan tujuannya
b. Berdasarkan letak kalimat utama
c. Berdasarkan isi
BAB III   PENUTUP 
A.    Kesimpulan 
B.     Saran 
DAFTAR PUSTAKA

  KATA PENGANTAR
           Puji syukur atas kasih karunia yang indah dan rahmat Tuhan Yang Maha esa. Sebagai mana kami menyelesai kan tugas yang di berikan hari ini.makalah bahasa indonesia yang judul Alenia yang di buat oleh karya kelompok kami.semoga tugas bahasa indonesia yang kami buat di terima oleh dosen yang bersangkutan.

       BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan sangat penting untuk setiap orang karena pendidikan itu sendiri menyangkut masa depan, serta merupakan upayauntuk mencerdaskan anak bangsa. Pendidikan tidak hanya tanggung jawab seorang guru, pemerintah, masyarakat maupun orang tua. Namun semua lapisan masyarakat Indonesia juga ikut bertanggung jawab atas terwujudnya pendidikan nasional.
Yakni dengan menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab yang merupakan upaya untuk terwujudnya pendidikan nasional yang bermutu tinggi dan berbudi pekerti luhur.
Penggunaan paragraf yang sangat penting untuk memperindah suatu tulisan dan memperjelas tanda baca bagi para siswa siswi didalam menjalankan tugas pembelajaran bahasa indonesia.
B.       Tujuan Penulisan
             Dalam Menerapkan bahasa penulisan yang baik didalam bahasa indonesia ,
Kita harus  Menggunakan suatu Alinea atau paragraf didalam setiap artikel maupun makalah ,karena mempunyai tujuan yng sangat penting.
             Diantaranya agar siswa dapat meningkatkan  sastra Bahasa yang baik yang telah di dapat selama ini, dan dengan diadakannya program study bahasa indonesia dapat pula menambah pengalaman bagi siswa. Serta dapat meningkatkan pengetahuan, keakraban dan kekeluargaan pada siswa-siswi.
             Dalam karya wisata ini siswa-siswi di harapakan lebih dekat dan dapat mempraktekkan ilmu yang di dapat dari Bapak/Ibu guru dalam  museum, terutama dalam pelajaran  Bahasa Indonesia.

BAB II

Paragraf(alinea)
          Paragraph (alinea) selalu kita temukan di setiap wacana yang kita baca.tentunya wacana yang lebih dari 1 kalimat atau terdiri dari beberapa kalimat.wacana yang terdiri dari berapa kalimat biasanya selulu menggunakan paragraph/alinea untuk memudahkan pembaca memahami,ataupun menandai suatu bacaan.
pada tugas kali ini akan membahas tuliasn mengenai paragraph(alinea) tentunya yang telah saya rangkum dari berbagai sumber yang saya dapat.di mulai dari membahas pengertian paragraph,syarat-syarat paragraph,unsure dan macam-macamnya.
1.Pengertian paragraf /alinea
Paragraf (Alenia) merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas dari pada kalimat. Alenia merupakan kumpulan kalimat, tetapi kalimat yang bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan antara yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu kalimat.
atau dapat juga di sebut Paragraf adalah suatu penuangan ide penulis melalui kalimat atau kumpulan alimat yang satu dengan yang lain yang berkaitan dan hanya memiliki suatu topic atau tema. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat.
Dalam paragraph terkandung satu unit pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam kalimat tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topic, dan kalimat penjelas sampai kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling berkaitan dalam satu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.
Panjang pendeknya suatu paragraph akan ditentukan oleh banyak sedikitnya gagasan pokok yang diungkapkan. Bila segi-seginya banyak, memang layak kalau alenianya sedikit lebih panjang, tetapi seandainya sedikit tentu cukup dengan beberapa kalimat saja.
          2.syarat-syarat paragraf(alinea)
A.   Kesatuan
Tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu, dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut.
Alenia dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.




B.   Koherensi
Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau kepaduan, yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia. Alenia yang memiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasan yang disuguhkan. Ketiadaan Koherensi
       dalam sebuah alenia akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.
Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan (sistematika) urutan gagasan. Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail berikutnya, dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan seksama.
Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alenia, ada bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa(kelompok kata) dalam bermacam-macam hubungan.
C.   Perkembangan Paragraf
Perkembangan paragraf harus dijaga agar jangan sampai mengambang kea rah yang tidak relevan untuk menjelaskan gagasan pokok. Misalnya, alenia dimulai dengan kalimat inti yang menyebutkan gagasan pokok yang hendak disampaikan, maka perkembangannya harus menjelaskan gagasan pokok tadi dalam kalimat-kalimat berikutnya, dengan selalu berpegang pada prinsip kesatuan dan koherensi. Perkembangan paragraf diarahkan untuk memperkuat memberikan argumentasi, atau mengkongkritkan pernyataan aau gagasan pokok yang disampaikan dalam kalimat inti di awal alenia.
3.UNSUR-UNSUR PARAGRAF(ALINEA).
UNSUR-UNSUR PARAGRAF:
     1.  Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran
2.  Kalimat utama atau pikiran utama yang menjadi dasar pengembangan  sebuah paragraf. Gagasan atau pikiran utama itu dapat dikembangkan ke dalam kalimat. Kalimat yang mengandung pikiran utama disebut kalimat utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, di akhir paragraf maupun diawal dan diakhir paragraf.
     3. Kalimat penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utma. Gasasan penjelas biasanya dinyatakan ke dalam beberapa kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas.
     4. Judul (kepala karangan).
                       *Syarat suatu judul:
                         a. Provokatif (menarik)
                         b. Berbentuk frase
                         c. Relevan (sesuai dengan isi)
                         d. Logis
                         e. Spesifik
       ** Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok, alinea terbagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
1. Deduktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea
2. Induktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea
3. Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea
4. Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea.
4.PENGEMBANGAN PARAGRAF(ALINEA)
Metode-metode pengembangan paragraf sesuai deNgan dasar pembentuk alenia.
A.     Klimatks dan Anti-Klimaks
Perkembangan gagasan dalam sebuah paragraf dapat disusun dengan mempergunakan dasar klimaks, yaitu suatu gagasan utama diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya, berangsur-angsur dengan gagasan-gagasan lain hingga ke gagasan yang paling tinggi kedudukannya atau kepentingannya.
Variasi dari klimaks adalah anti-klimaks, yaitu penulis mulai dari suatu gagasna atau tema yang dianggap paling tinggi kedudukannya, kemudian perlahan-lahan menurun melalui gagasan-gagasan yang lebih rendah hingga yang paling rendah.
                 B.   Sudut Pandang
 Yang dimaksud dengan sudut pandang adalah tempat dari mana   seorang pengarang melihat sesuatu. Sudut pandang juga mencakup pengertian bagaimana pandangan dan anggapan penulis terhadap subjek yang sedang digarapnya.
            C.             Perbandingan dan Pertentangan
Yang dimaksud dengan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara seorang pengarang menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang, objek, atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu. Segi-segi perbandingan harus disusun sedemikian rupa sehingga kita dapat sampai kepada gagasan sentralnya.
                  




                    D. Analogi
                        Bila perbandingan dan pertentangan membuat perbedaan antara dua hal,            maka analogi merupakan perbandingan yang sistematis dari dua hal yang berbeda, tetapi dengan memperlihatkan kesamaan fungsi dari dua hal tesebut sebagai ilustrasi.
     E. Proses
Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu, atau urutan dari sesuatu peristiwa atau kejadian. Untuk menyusun proses,
pertama penulis harus mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh.
Kedua, ia harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya. Bila tahap-tahap kejadian ini berlangsung dalam waktu-waktu yang berlainan, maka penulis harus memisahkan dan mengurutkannya secara kronologis.
Ketiga, sesudah melakukan pembagian, harus dijelaskan tiap tahap-tahap secaradetail dan tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh prose situ dengan jelas.
F. Sebab – Akibat
Pengembangan alenia dapat pula dilakukan dengan menggunakan pola sebab-akibat sebagai dasar. Dalam hal ini sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai rincian pengembangannya. Tetapi data juga terbalik, akibat dijadikan gagasan utama sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perincian.
G. Umum – Khusus
Cara umum-khusus dan khusus-umum merupakan cara yang paling umum untuk mengembangkan gagasan-gagasan dalam sebuah alenia secara teratur. Pertama, gagasan utamanya ditempatkan pada awal alenia, dan perincian-perinciannya terdapat dalam kalimat-kalimat berikutnya. Kedua, dikemukakan perincian-perincianya, kemudian pada akhir alenia generalisasinya. Jadi, yang satu bersifat deduktif, sedangkan lainnya bersifat induktif.
H. Klasifikasi
Yang dimaksud dengan klafisikasi adalah sebuah proses untuk mengelompokan gagasan-gagasan yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu. Oleh sebab itu, Klasifikasi tertuju pada dua arah yang berlawanan yaitu:
1. Mempersatukan satuan-satuan ke dalam suatu kelompok,
2. Memisahkan kesatuan tadi dari kelompok yang lain.
I. Definisi
Yang dimaksud dengan definisi dalam pembentukan sebuah alenia adalah usaha pengarang untuk memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal.


5.macam-macam paragraF(alinea)
A. Eksposisi: berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
B. Argumentasi: bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
C. Deskripsi: berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
D. Persuasi: karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
E. Narasi: karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.
a. Berdasarkan tujuannya                                               
1). Paragraf pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
2). Paragraf penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka.
3). Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.
b. Berdasarkan letak kalimat utama
1). Paragraf deduktif :
*. letak kalimat utamanya di awal paragraf
*. dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
2). Paragraf induktif
*. letak kalimat utamanya di akhir paragraf
*. diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.




3). Paragraf campuran
*. letak kalimat utamanya diawal dan diakhir paragraf
*. kalimat utama yang terletak diakhir bersifat penegasan kembali.
c. Berdasarkan isi, antara lain :
1). Paragraf deskripsi
Kalimat utama tidak tercantum secara nyata, tema paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.
2). Paragraf proses
Dalam paragraf proses tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utama tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi : waktu, ruang, klimaks, antiklimaks.
3). Paragraf efektif
Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf yang baik, paragraf terdiri atas beberapa kalimat. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran utama dan lebuh dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antarkalimat


                                                                      BAB III
                                                                    PENUTUP
 A.KESIMPULAN
                    Ditinjau dari segi kalimat dan ide yang terkandung di dalamnya,alinea dapat didefinisikan sebagai berikut.Alinea adalah seperangkat kalimat yang mengandung sekelompok ide yang saling berkaitan dan bernaung di bawah satu ide pokok.Ditinjau dari segi penampilannya dalam suatu wacana,alinea adalah bagian wacana yang ditandai oleh baris pertama yang menjorok ke dalam atau oleh jarak spasiyang lebih dari jarak spasi baris kalimat-kalimat lainnya.
                    Berdasarkan penempatan ide pokok pada alinea,alinea dibagi menjadi 4 jenis yaitu alinea deduktif,alinea induktif,alinea campuran,alinea deskriptif.dan berdasarkan cara mengembangkan ide dan alat bantu yang digunakan untuk menjaga kesinambungan pengungkapan ide atu keruntunan ide dapat dibagi dalam sepuluh bagian, diantaranya alinea definisi,alinea contoh,alinea perbandingan,alinea analogi,alinea klimaks atu induktif,alinea anti klimaks atu deduktif,alinea campuran alinea sebab-akibat,alinea proses,alinea deskriptif.
                    Untuk menyusun alinea secara logis-sistematis diperlukan alat bantu berupa unsur-unsur penyusun alinea,seperti transisi (transition),kalimat topik (topic sentence),kalimat pengembang (development sentence),dan kalimat penegas (punch-line) keempat unsur penyusun alinea tersebut,terkadang muncul secara bersamaan,terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam sebuah alinea.

B. SARAN
                    Karya yang kami susun ini bukanlah karya yang sempurna tapi sesuatu yang lahir dari kerja keras.tentunya kerja keras penyusun bukan tanpa kekurangan hasilnya ini.maka kami senantiasa mengharapkan masukan dan kritikan rekan-rekan pembaca, dan mudah-mudahan rekan-rekan semua dapat menggali terus konsep mengenai alinea dan keruntunan ide agar kita dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang hal tersebut.Mudah-mudahan dengan terciptanya makalah ini khususnya bagi penyusun umumnya untuk para pembaca bisa mengembangkan atau membuat sebuah alinea yang baik berdasarkan kriteria yang ada.

                                                           DAFTAR PUSTAKA
Tarigan,Djago.2009.Membina Keterampilan Menulis Paragraf danPengembangannya.Bandung:Angkasa.
Nazar,Noerzisri A.2004.Bahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah.Bandung:Humaniora
Google.com






























                                                                                



























Usulan Karawang diwacanakan menjadi Ibu kota negara


KESALAHAN
PENULISAN DALAM SEBUAH ARTIKEL





OLEH :
Darwin Purba
11110014


PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DEHASEN
2012


Usulan Karawang diwacanakan menjadi Ibu kota  negara
KARAWANG  akan menjadi II tukota Negara .Tentunya, itu baru wacana
pemind ;ihan ibukota yang digulirkan pemerintah pi isat , kemudian langsung mendapat respons dari W ;akil Gubernur Jawa Barat, DedeYusuf.
           Bahkan wagub menjelaskan. Karawang sebagai tempat yang paling ideal untuk pemerintahan pusat  karena Karawang sangat dekat dengan Jakarta dan sarana penunjangnya pun cukup tersedia di daerah lumbung padi nasional ini, serta sekarang juga sebagai daerah kawasan industri terbesar di Indonesia.
Wacana pemindahan Ibukota ini, sebenarnya sudah dari dulu untuk Jawa Barat. Sebelumnya telah diusulkan daerah Kecamatan Fonggol, Kabupaten Bogor. Menurut Dede Yusuf, di daerah tersebut kurang c ocok, namun lebih cocok di h ai .iw .ni l-.
           Dipilihnya Karawang yang te .patnya di sekitar kawasan.Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecaa tan Telukjambe Barat, karena daerah tersebut tanahnya rata dan bekas perkebunan.
"Sedangkan di Jonggol tanahnya berbukit - bukit," ujar Dede Yusuf, teberap waktu lalu di Bandung  saat silaturahmi dengan Dany Setiawan, mantan Gubernr Jawa Barat di LP Suka-miskin.
           DedeYusuf mengungkapkan, di Karawang musin terdapat 6.000 hektar lahan kosong di dekat kawasa n industry.Tanah tersebut kalau negara yang meminta, tentu bisa dipakai untuk pusat pemerintahan seperti Kantor Presiden, DPR, dan Kantor Menteri.
SARANA TRANSPORTA SI
              Kemudian DedeYusuf jug a menjelaskan, selain saran a untuk membangun pusat pe -merintahan yang sudah terse -dia, untuk sarana transportasi pun tidak terlalu jauh.
"Jarak tempuh dari Jakarta ke Karawang, hanya dua puluh menit, jadi cukup refre-sentatif bila Karawang dijadikan pusat pemerintahan," ujarnya.
              Usulan Karawang diwacanakan menjadi Ibukota Negara, menurut DedeYusuf, sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat, namun hingga saat ini Pemrpov Jawa Barat, masih menunggu putusan DPRRL.
Apabila DPR memutuskan Karawang ditetapkan menja-di daerah yang akan dibangun sebagai pusat Pemerintahan RI, maka Permprov Jawa Barat sudah siap.



               Kemudian apakah akan mengganggu areal pertanian, mengingat Karawang sebagai daerah lumbung padi nasional, Dede mengatakan tidak, karena areal yang diusulkan untuk pusat pemern-c anan ini bukan tanah perta-n ian tetapi tanah kosong bekas perkebunan.
Kemudian DedeYusuf juga me ngatakan, akan menyambut baik bila Karawang dijadi kan sebagai pusat pemerintahan karena ke depannya kebijakan Pemrpov Jawa Bara % akan lebih diakomodir peme, rintah pusat.

KESALAHAN PENULISAN ARTIKEL  INI SBB :
1 .KARAWANG yang benar adalah Karawang Karena dalam paragraph hanya huruf depan yang kapital dan
 untuk nama daerah geografi huruf kapital hanya pada huruf pertama
2 .II tukota yang benar adalah ibu kota Karena penulisan ibukota salah. Bukan II tukota tetapi ibu kota.
3. Negara yang benar adalah negara Karena tidak disertai nama negara jadi penulisan negara huruf n nya kecil
4 .pemind ;ihan yang benar adalah pemindahan Karena penulisan pemindahan salah tidak menggunakan spasi, titik koma maupun            huruf i
5 .pi isat yang benar adalah pusat Karena penulisan pusat salah tidak menggunakan spasi dan huruf i
6 .Gubernur yang benar adalah gubernur Karena gubernur penulisannya harus kecil smua. Karena tidak diikuti nama orang atau  daerah.
7. DedeYusuf yang benar adalah Dede Yusuf Karena penulisan nama panjang out harus ada spasi.
8. wagub yang benar adalah wakil gubernur Karena penulisan wagub tidak boleh disingkat
9 .Fonggol yang benar adalah Jonggol Karena penulisan nama daerahnya salah.
10 .c ocok yang benar adalah cocok Karena penulisan cocok salah tidak menggunakan spasi.
11. h ai .iw .ni l- daerah ini Karena penulisan kalimat daerah ini salah.
12. te .patnya yang benar adalah tepatnya Karena penulisan pemindahan salah tidak menggunakan spasi, titik koma maupun huruf i
13 .Telukjambe yang benar adalah Teluk Jambe Karena penulisan Teluk Jambe salah karena tidak menggunakan spasi
14 .berbukit - bukit yang benar adalah berbukit-bukit Karena kata berulang tanda (-) tidak menggunakan spasi
15 .teberap yang benar adalah beberapa Karena kalimat teberap tidak sesuai
16 .Gubernr yang benar adalah Gubernur Karena masih kekurangan huruf
17 .Suka-miskin yang benar adalah Sukamiskin Karena tidak menggunakan strip(-)
18. kawasa n yang benar adalah kawasan Karena penulisan kawasan tidak menggunakan spasi
19 .TRANSPORTA SI yang benar adalah Transportasi Karena penulisantranspportasi hanya huruf awal yang capital bila paragraph baru
20. jug a yang benar adalah juga Karena penulisan juga digabung
21. saran a yang benar adalah sarana Karena penulisan sarana digabung
22. pe -merintahan yang benar adalah pemerintah Karena penulisan pemerintah digabung dan tidak menggunakan strip
23 .terse -dia yang benar adalah tersedia Karena penulisan tersedia digabung dan tidak menggunakan strip
24. refre-sentatif yang benar adalah refresentatif Karena penulisan refresentatif digabung dan tidak menggunakan strip
25 .Ibukota yang benar adalah ibu kota Karena penulisan ibu kota dipisah
26. Pemrpov  yang benar adalah Pemerintah Provinsi Karena penulisan pemprov tidak boleh disingkat
27 .DPRRL yang benar adalah DPR Karena penulisan DPR salah karena tidak ada DPRL
28 .menja-di yang benar adalah menjadi Karena penulisan menjadi digabung dan tidak menggunakan strip
29 .pemern-c anan yang benar adalah perencanaan Karena penulisan perencanaan digabung dan tidak menggunakan strip
30. perta-n ian yang benar adalah pertanian Karena penulisan pertanian digabung dan tidak menggunakan strip
31 .me ngatakan yang benar adalah mengatakan Karena penulisan mengatakan digabung dan tidak menggunakan spasi
32 Bara % yang benar adalah Barat Karena penulisan barat digabung dan tidak menggunakan %
33 peme, rintah yang benar adalah pemerintah Karena penulisan pemerintah digabung dan tidak menggunakan koma dan spasi
34 ibukota yang benar adalah ibu kota Karena penulisan ibu kota dipisah
35 musin yang benar adalah masih Karena kata musin salah seharusnya masih


Kamis, 23 Agustus 2012

PUISI KEBOHONGAN DALAM KEBENARAN

Kamu Hanya ingin menyakitiku
Kamu tahu bahwa Kamu Telah Melakukan Yang Terbaik..
Namun Kamu berpikir Bahwa Kamu yang paling Benar
Dalam Setiap cara Tingkah laku mu

Kamu ingin memiliki Hati Ku dan Menghancurkan nya...
yang Ingin menjadi Seperti dewa Cinta
Tapi aku ...Tidak ingin Terluka...
Kamu tidak tahu mengapa
Aku tidak Ingin bertindak Sendiri
Kamu pikir aku harus melakukan nya...
Kau pikir mereka akan membuat ku..Tertawa
Berperilaku Seperti orang gila dan mengetahui
Apa yang kau pikirkan..

walaupun kamu menjual jiwa mu
Tapi aku tidak akan membiarkan kamu menang..
karena Kamu terlalu banyak bicara..
apa yang kamu katakan semuanya aku lakukan...

tak ada yang peduli tentang mu
karena kamu punya semua jawaban dan
kamu menganggap tahu segalanya..
Saya minta maaf untuk Mu
yang Tidak kasihan padaku...
Kamu tidak tahu siapa yang berada di neraka ...

Kamu tidak tahu siapa yang dapat kamu percaya sekarang
Atau Kamu harus percaya...
kamu menutup mata Mu
Menganggap Semua baik dan bagus..
Seperti yang saya katakan bahwa saya akan
memberitahu mereka cerita yang mereka lebih suka percaya daripada tidak sama sekali....
aku akan menggunakan Kata yang membingungkan mereka..

Karena Lebih Sulit Rasa nya Untuk Hidup Dalam Kebenaran
Daripada hidup dengan Kebohongan tentang Ku
Tidak ada yang berutang Nyawa Pada Ku..
Ini Bukanlah satu hal yang gila
Hanya tutup mulut dan bernyanyi
Saya minta maaf untuk semua
yang tidak mengasihiku...

Kamu memilih untuk menyakiti orang-orang yang mencintaimu
Seorangpun tidak akan melihat mereka Merasa Bebas
Jika Kau punya hati..
kamu tidak akan dapat melihat Semua yang kamu lakukan untuk ku..
Karena Aku Tau kamu Merobek Jantung ku...

My self

My self
Enjoy